SEMARANG - Kontingen anggar Surakarta yang bermaterikan atlet-atlet Pra-PON berjaya pada Turnamen Anggar Jateng Terbuka 2011 Kategori Senior yang berakhir 30 Desember 2011 di GOR Sahabat, Semarang. Mereka menguasai nomor-nomor degen beregu putra-putri, floret perseorangan putra, dan degen putra.
Pada nomor degen beregu putra, tim Surakarta merebut medali emas setelah mengalahkan tuan rumah Kota Semarang, 45-27, di babak final. Di bagian putri, Surakarta juga meraih emas setelah menang atas Kota Semarang 45-35 di partai puncak.
Emas juga datang dari fencer (sebutan atlet anggar) tim Pra-PON Jateng, Hendra Faradilla, yang tampil cemerlang di final nomor floret perseorangan dengan menundukkan rekan sedaerahnya, R Haryo 15-12.
Di kelompok kadet dan yunior, Surakarta juga merajai perolehan emas. Emas kadet disumbangkan Nisa Nur Hayati (floret perseorangan putri) dan Arifa Annisa (degen perseorangan), sedangkan emas yunior dari Ryan Pratama (degen perseorangan putra) dan Yunina Sarifah (degen putri).
Adapun di nomor floret perseorangan putri dan sabel perseorangan putri, Salatiga tampil mendominasi. Di floret putri, Salatiga menyabet emas atas nama Flodesa usai di final mengalahkan Putri (Kendal) 15-9. Peraih medali perak Pra-PON, Yuli Andika menambah emas setelah menang menang tipis atas Endah Dwi (Surakarta) di laga final sabel putri.
Promosi Degradasi
Di bagian putra, Dikdi (Kabupaten Semarag) berjaya dengan mengalahkan Budi (Kota Semarang) 15-12 di final sabel perorangan. Emas degen perseorang putra milik Ikbal Tawakal (Surakarta) yang di final mengalahkan Saeful (Sragen) 15-12.
Satu-satunya kejutan di turnamen ini adalah tumbangnya peraih emas Pra-PON Andi Firmansyah (Kota Semarang). Andi yang tampil di nomor degen perseorangan terhenti di delapan besar, setelah dikalahkan Nanang (Batang) 15-14.
Ketua Umum Ikasi Jateng, Kukuh Birowo, mengkhawatirkan kekalahan tersebut. ''Dia masih labil. Hal lain yang membuat dia tampil di bawah form, adalah kurang fokus. Berdasarkan informasi dari pengurus lain, dia selama ini juga nyambi melatih. Padahal hemat kami, kalau mau sukses jadi atlet, ya, harus konsen jadi atlet saja,'' kata Kukuh didampingi Sekum Hery Supriyanto.
Menurut Kukuh, turnamen ini bakal dijadikan salah satu penilaian untuk promosi-degradasi (Prodeg) tim PON Jateng. Prodeg diterapkan agar Jateng memiliki fencer yang andal dan matang untuk PON. (H69-70)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar