Sabtu, 21 Januari 2012

Persiapan KONI Jatim Jelang PON XVIII 2012 Pekan Baru, Riau Anggar Lolos Dari Puslatda Jatim

Cabang olahraga (cabor) anggar dinilai masih berpotensi mendulang medali emas dalam ajang PON XVIII Riau 2012 mendatang. Dengan alasan itulah KONI Jawa Timur tidak akan mendegradasi anggar dari progam Puslatda Jawa Timur 100 kendati dalam Kejurnas Pra PON yang berlangsung pada Desember 2011 kemarin gagal menyumbangkan emas.
Kepastian tak terdegradasinya anggar dari Puslatda Jawa Timur 100 disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jawa Timur, Irmantara Subagya. Menurutnya, persoalan anggar yang gagal meraih emas di ajang Pra PON berbeda dengan cabor lainnya. “Kita pastikan anggar tetap
masuk Puslatda,” katanya.

Menurut pria yang akrab dipanggil Ibag ini, kegagalan anggar mendulang emas di Pra PON karena dua atlet putri andalan Jawa Timur yang juga memperkuat tim anggar SEA Games tak bisa diturunkan. Keduanya adalah Dyah Permatasari dan Maria Wauran. ” Seandainya mereka turun saya yakin bisa dapat emas karena di Indonesia masih yang terbaik, ” paparnya.
Pada SEA Games 2011 kemarin, Dyah Permatasari dan Maria Wauran sukses meraih medali emas di nomor sabel beregu. Sedangkan di nomor perorangan mereka hanya mendapatkan medali perak. Bila mengacu pada raihan dua atlet anggar andalan Jawa Timur di SEA Games kemarin, KONI Jawa Timur memprediksi bisa meraih dua medali emas. “Di beregu putrid Maria dan Dyah menjadi tumpuan Indonesia, kita tinggal cari satu lagi untuk melengkapi nomor sabel beregu di PON nanti,” teragnya.
Hasil Kejurnas Pra PON bisa dijadikan tolok ukur kekuatan di PON.Pasalnya, regulasi di kejurnas berbeda dengan di PON. Salah satu perbedaannya, yang mempertandingkan tiga kategori kelompok umur.Yakni, kadet, yunior dan senior. Dimana Jawa Timur mendapatkan semua tiket dari ketiga kategori tersebut. “Kadet akan kita berangkatkan di PON, meski juara kader belum levelnya main di PON, ” cetusnya.
Ibag menilai, banyak kejanggalan regulasi di kejurnas. Bukan hanya untuk cabor anggar, tetapi juga dengan cabor-cabor lainnya. Sebagai contohnya layar dan paralayang, yang sama sekali tidak menggambarkan persaingan di PON mendatang. Pengurus Besar (PB) masing-masing cabor menggunakan aturan sendiri-sendiri. “Ada nomor tambahan masuk eksebisi padahal tidak ada di PON, ” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Harian Ikasi Jatim, Aftabuddin menambahkan, Jawa Timur mendapatkan 14 tiket pada PON XVIII/Riau mendatang, ” Untuk komposisi atlet yang kita turunkan nanti nunggu berapa kuota Pusltada yang diberikan  KONI Jatim, ” ujarnya.
Hasil Pra PON sendiri Jatim hanya meraih medali emas di kelompok umur kadet perorangan putri  atas nama Erna  Sani’atul,  disusul Pieter medali  perak degen putra dan dua perunggu dihasilkan Renda dan Ronny yang turun di kelas degen dan sabel putra. Sedangkan di nomor  beregu,  degen putri yang diperkuat  Afwima, Tiara, Diana meraih penrunggu. Hasil serupa juga  diperoleh beregu dengan  atas nama  Pieter, Zico dan Matthew.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar