Minggu, 22 Januari 2012
Sabtu, 21 Januari 2012
Anggar Incar Dua Tiket Kualifkasi Olimpiade
Jakarta, Padek—Cabang Olahraga (cabor) anggar meretas asa untuk mengirimkan wakil dalam kualifikasi Olimpiade

London 2012. Mereka bakal menyiapkan enam atlet untuk digembleng agar bisa menembus persaingan menuju kualifikasi Olimpiade.
Keenam atlet itu nantinya akan diikutkan dalam kejuaraan Pra Kualifikasi Olimpiade yang digelar di Jepang pada 19-20 April mendatang. Dari ajang tersebut, Kabid Binpres PB IKASI, Khairuman, berharap tiga atlet mampu tampil baik di pra-Kualifikasi sehingga mampu menembus kualifikasi.
”Kami sedang menyiapkan enam atlet. Tapi, mengenai siapa yang terpilih, tergantung penampilan mereka di pra-kualifikasi,” tuturnya saat ditemui di kantornya, kemarin.
Meski bakal menyiapkan enam atlet, PB IKASI belum bisa memastikan apakan keenam atletnya bakal terbang ke Jepang untuk mengikuti pra-kualifikasi. Alasannya, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui berapa jumlah anggaran yang dipersiapkan untuk pemberangkatan.
Mengenai peluang, lanjut Khairuman, sebenarnya hanya ada tiga nama yang berpeluang besar untuk lolos kualifikasi. Tapi, pihaknya hanya menaruh harapan pada dua atlet yang penampilannya paling baik saat ini. Mereka adalah Hendri Eko Budianto di senjata sable putra dan Diah Permatasari di sabel putri.
Mereka berpeluang lolos karena untuk nomor tersebut tak harus menjadi juara untuk lolos menuju kualifikasi. Menempati urutan ketiga saja mereka sudah bisa melenggang mewakili Indonesia menuju ajang olahraga terbesar sejagat tersebut.
Sementara itu, ketua umum KONI yang juga menjabat sebagai ketua umum PB IKASI Tono Suratman berharap Indonesia bisa masuk dalam jajaran delapan besar Asia di klasemen akhir medali. Menurut dia, peluang tersebut cukup terbuka mengingat negara kuat asia seperti Jepang dan Kazakhstan tidak akan turun pada pra-kualifikasi terakhir ini.
”Ini realisitis, anggar harus bergerak cepat mempersiapkan atlet untuk menghadapi pra-kualifikasi ini. Paling tidak Januari sudah mulai persiapan,” tandasnya.
Persiapan KONI Jatim Jelang PON XVIII 2012 Pekan Baru, Riau Anggar Lolos Dari Puslatda Jatim
Cabang olahraga (cabor) anggar dinilai masih berpotensi mendulang medali emas dalam ajang PON XVIII Riau 2012 mendatang. Dengan alasan itulah KONI Jawa Timur tidak akan mendegradasi anggar dari progam Puslatda Jawa Timur 100 kendati dalam Kejurnas Pra PON yang berlangsung pada Desember 2011 kemarin gagal menyumbangkan emas.
Kepastian tak terdegradasinya anggar dari Puslatda Jawa Timur 100 disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jawa Timur, Irmantara Subagya. Menurutnya, persoalan anggar yang gagal meraih emas di ajang Pra PON berbeda dengan cabor lainnya. “Kita pastikan anggar tetap
masuk Puslatda,” katanya.
Menurut pria yang akrab dipanggil Ibag ini, kegagalan anggar mendulang emas di Pra PON karena dua atlet putri andalan Jawa Timur yang juga memperkuat tim anggar SEA Games tak bisa diturunkan. Keduanya adalah Dyah Permatasari dan Maria Wauran. ” Seandainya mereka turun saya yakin bisa dapat emas karena di Indonesia masih yang terbaik, ” paparnya.
Pada SEA Games 2011 kemarin, Dyah Permatasari dan Maria Wauran sukses meraih medali emas di nomor sabel beregu. Sedangkan di nomor perorangan mereka hanya mendapatkan medali perak. Bila mengacu pada raihan dua atlet anggar andalan Jawa Timur di SEA Games kemarin, KONI Jawa Timur memprediksi bisa meraih dua medali emas. “Di beregu putrid Maria dan Dyah menjadi tumpuan Indonesia, kita tinggal cari satu lagi untuk melengkapi nomor sabel beregu di PON nanti,” teragnya.
Hasil Kejurnas Pra PON bisa dijadikan tolok ukur kekuatan di PON.Pasalnya, regulasi di kejurnas berbeda dengan di PON. Salah satu perbedaannya, yang mempertandingkan tiga kategori kelompok umur.Yakni, kadet, yunior dan senior. Dimana Jawa Timur mendapatkan semua tiket dari ketiga kategori tersebut. “Kadet akan kita berangkatkan di PON, meski juara kader belum levelnya main di PON, ” cetusnya.
Ibag menilai, banyak kejanggalan regulasi di kejurnas. Bukan hanya untuk cabor anggar, tetapi juga dengan cabor-cabor lainnya. Sebagai contohnya layar dan paralayang, yang sama sekali tidak menggambarkan persaingan di PON mendatang. Pengurus Besar (PB) masing-masing cabor menggunakan aturan sendiri-sendiri. “Ada nomor tambahan masuk eksebisi padahal tidak ada di PON, ” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Harian Ikasi Jatim, Aftabuddin menambahkan, Jawa Timur mendapatkan 14 tiket pada PON XVIII/Riau mendatang, ” Untuk komposisi atlet yang kita turunkan nanti nunggu berapa kuota Pusltada yang diberikan KONI Jatim, ” ujarnya.
Hasil Pra PON sendiri Jatim hanya meraih medali emas di kelompok umur kadet perorangan putri atas nama Erna Sani’atul, disusul Pieter medali perak degen putra dan dua perunggu dihasilkan Renda dan Ronny yang turun di kelas degen dan sabel putra. Sedangkan di nomor beregu, degen putri yang diperkuat Afwima, Tiara, Diana meraih penrunggu. Hasil serupa juga diperoleh beregu dengan atas nama Pieter, Zico dan Matthew.
Kepastian tak terdegradasinya anggar dari Puslatda Jawa Timur 100 disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jawa Timur, Irmantara Subagya. Menurutnya, persoalan anggar yang gagal meraih emas di ajang Pra PON berbeda dengan cabor lainnya. “Kita pastikan anggar tetap
masuk Puslatda,” katanya.
Menurut pria yang akrab dipanggil Ibag ini, kegagalan anggar mendulang emas di Pra PON karena dua atlet putri andalan Jawa Timur yang juga memperkuat tim anggar SEA Games tak bisa diturunkan. Keduanya adalah Dyah Permatasari dan Maria Wauran. ” Seandainya mereka turun saya yakin bisa dapat emas karena di Indonesia masih yang terbaik, ” paparnya.
Pada SEA Games 2011 kemarin, Dyah Permatasari dan Maria Wauran sukses meraih medali emas di nomor sabel beregu. Sedangkan di nomor perorangan mereka hanya mendapatkan medali perak. Bila mengacu pada raihan dua atlet anggar andalan Jawa Timur di SEA Games kemarin, KONI Jawa Timur memprediksi bisa meraih dua medali emas. “Di beregu putrid Maria dan Dyah menjadi tumpuan Indonesia, kita tinggal cari satu lagi untuk melengkapi nomor sabel beregu di PON nanti,” teragnya.
Hasil Kejurnas Pra PON bisa dijadikan tolok ukur kekuatan di PON.Pasalnya, regulasi di kejurnas berbeda dengan di PON. Salah satu perbedaannya, yang mempertandingkan tiga kategori kelompok umur.Yakni, kadet, yunior dan senior. Dimana Jawa Timur mendapatkan semua tiket dari ketiga kategori tersebut. “Kadet akan kita berangkatkan di PON, meski juara kader belum levelnya main di PON, ” cetusnya.
Ibag menilai, banyak kejanggalan regulasi di kejurnas. Bukan hanya untuk cabor anggar, tetapi juga dengan cabor-cabor lainnya. Sebagai contohnya layar dan paralayang, yang sama sekali tidak menggambarkan persaingan di PON mendatang. Pengurus Besar (PB) masing-masing cabor menggunakan aturan sendiri-sendiri. “Ada nomor tambahan masuk eksebisi padahal tidak ada di PON, ” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Harian Ikasi Jatim, Aftabuddin menambahkan, Jawa Timur mendapatkan 14 tiket pada PON XVIII/Riau mendatang, ” Untuk komposisi atlet yang kita turunkan nanti nunggu berapa kuota Pusltada yang diberikan KONI Jatim, ” ujarnya.
Hasil Pra PON sendiri Jatim hanya meraih medali emas di kelompok umur kadet perorangan putri atas nama Erna Sani’atul, disusul Pieter medali perak degen putra dan dua perunggu dihasilkan Renda dan Ronny yang turun di kelas degen dan sabel putra. Sedangkan di nomor beregu, degen putri yang diperkuat Afwima, Tiara, Diana meraih penrunggu. Hasil serupa juga diperoleh beregu dengan atas nama Pieter, Zico dan Matthew.
SEPUTAR OLAH RAGA ANGGAR
Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo melantik kepengurusan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) periode 2010-2014 di Gedung Serba Guna, Senayan, Senin (1/11/2010).
- Pelantikan itu menjadi penantian mereka setelah Musyawarah Nasional (Munas) PB IKASI menetapkan Mayjen TNI Tono Suratman sebagai ketua umum di Senayan, April 2010.
Tono mengatakan, pihaknya akan fokus meningkatkan prestasi atlet anggar Indonesia sebelum menghadapi SEA Games (SEAG) 2011. Dia pun ingin memberlakukan sistem promosi degradasi atlet anggar selama tiga bulan sekali. Tujuannya tak lain ingin mendapatkan atlet berkualitas untuk mewakili Indonesia di multievent dua tahunan tersebut.
Pihaknya mencatat 48 atlet anggar sudah mendaftarkan diri mengikuti pemusatan latihan (pelatnas) di tiga tempat, yakni Karawang, Jawa Barat (Jabar), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Jakarta. “Kami ingin mempersiapkan mereka semaksimal mungkin, apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah SEAG tahun depan,” tegas Tono, yang juga menjabat sebagai Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima)
- Pelantikan itu menjadi penantian mereka setelah Musyawarah Nasional (Munas) PB IKASI menetapkan Mayjen TNI Tono Suratman sebagai ketua umum di Senayan, April 2010.
Tono mengatakan, pihaknya akan fokus meningkatkan prestasi atlet anggar Indonesia sebelum menghadapi SEA Games (SEAG) 2011. Dia pun ingin memberlakukan sistem promosi degradasi atlet anggar selama tiga bulan sekali. Tujuannya tak lain ingin mendapatkan atlet berkualitas untuk mewakili Indonesia di multievent dua tahunan tersebut.
Pihaknya mencatat 48 atlet anggar sudah mendaftarkan diri mengikuti pemusatan latihan (pelatnas) di tiga tempat, yakni Karawang, Jawa Barat (Jabar), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Jakarta. “Kami ingin mempersiapkan mereka semaksimal mungkin, apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah SEAG tahun depan,” tegas Tono, yang juga menjabat sebagai Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima)
ANGGAR - OLIMPIADE - Anggar Tampilkan Dua Atlet untuk Olimpiade
CINTA OLAHRAGA INDONESIA - Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) menargetkan dua atletnya dapat tampil di ajang Olimpiade yang akan digelar di London pada Juli 2012. "Kami menargetkan ada dua atlet yang bisa lolos kualifikasi Oimpic," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi atlet PB IKASI, Khairuman, di kantor PB IKASI, Jakarta, Kamis, 12 Januari 2012.
- Khairuman mengatakan, pihaknya akan memanggil para atlet untuk mengikuti pemusatan pelatihan di Jakarta yang akan dimulai bulan ini. Para atlet tersebut, kata dia, akan mengikuti kualifikasi akhir Olimpiade yang akan digelar pada April mendatang di Jepang. "Mereka akan dilatih oleh pelatih asing," katanya.
Atlet yang akan dikirim untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade tersebut diantaranya dari senjata floret putra, Ricky Hafiz, floret putri, Verdiana Rihandini. Sedangkan dari senjata Degen, ada Budi Darmanto dan dari Degen putri ada Isnawati Sir Idar.
Sementara dua atlet lainnya yang menjadi andalan IKASI, adalah dari senjata sabel putra, Hendri Eko Budianto, dan dari sabel putri, Diah Permatasari. "Untuk sebel putri dan floret putra meskipun juara toga bisa lolos. Sisanya yang lain harus juara satu," kata Khairuman.
Khairuman mengatakan target realistis IKASI sendiri sebenarnya tertumpu pada Diah. Menurutnya, hanya Diah yang mempunyai peluang besar untuk lolos kualifikasi Olimpiade. "Bukannya merendahkan yang lain, kita coba dulu. Tapi Diah memang peluangnya besar," katanya.
Sementara itu, ketua KONI pusat, Tono Suratman, mengatakan pihaknya berharap agar olah raga Anggar dapat mengirimkan atletnya di kejuaraan bergengsi dunia tersebut. "Anggar mendapat peluang untuk ikut kualifikasi, karena ada enam atlet yang terbaik, mudah-mudahan lolos," kata Tono seusai mengikuti rapat IKASI.
- Khairuman mengatakan, pihaknya akan memanggil para atlet untuk mengikuti pemusatan pelatihan di Jakarta yang akan dimulai bulan ini. Para atlet tersebut, kata dia, akan mengikuti kualifikasi akhir Olimpiade yang akan digelar pada April mendatang di Jepang. "Mereka akan dilatih oleh pelatih asing," katanya.
Atlet yang akan dikirim untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade tersebut diantaranya dari senjata floret putra, Ricky Hafiz, floret putri, Verdiana Rihandini. Sedangkan dari senjata Degen, ada Budi Darmanto dan dari Degen putri ada Isnawati Sir Idar.
Sementara dua atlet lainnya yang menjadi andalan IKASI, adalah dari senjata sabel putra, Hendri Eko Budianto, dan dari sabel putri, Diah Permatasari. "Untuk sebel putri dan floret putra meskipun juara toga bisa lolos. Sisanya yang lain harus juara satu," kata Khairuman.
Khairuman mengatakan target realistis IKASI sendiri sebenarnya tertumpu pada Diah. Menurutnya, hanya Diah yang mempunyai peluang besar untuk lolos kualifikasi Olimpiade. "Bukannya merendahkan yang lain, kita coba dulu. Tapi Diah memang peluangnya besar," katanya.
Sementara itu, ketua KONI pusat, Tono Suratman, mengatakan pihaknya berharap agar olah raga Anggar dapat mengirimkan atletnya di kejuaraan bergengsi dunia tersebut. "Anggar mendapat peluang untuk ikut kualifikasi, karena ada enam atlet yang terbaik, mudah-mudahan lolos," kata Tono seusai mengikuti rapat IKASI.
Rabu, 04 Januari 2012
Surakarta Dominasi Jateng Open
SEMARANG - Kontingen anggar Surakarta yang bermaterikan atlet-atlet Pra-PON berjaya pada Turnamen Anggar Jateng Terbuka 2011 Kategori Senior yang berakhir 30 Desember 2011 di GOR Sahabat, Semarang. Mereka menguasai nomor-nomor degen beregu putra-putri, floret perseorangan putra, dan degen putra.
Pada nomor degen beregu putra, tim Surakarta merebut medali emas setelah mengalahkan tuan rumah Kota Semarang, 45-27, di babak final. Di bagian putri, Surakarta juga meraih emas setelah menang atas Kota Semarang 45-35 di partai puncak.
Emas juga datang dari fencer (sebutan atlet anggar) tim Pra-PON Jateng, Hendra Faradilla, yang tampil cemerlang di final nomor floret perseorangan dengan menundukkan rekan sedaerahnya, R Haryo 15-12.
Di kelompok kadet dan yunior, Surakarta juga merajai perolehan emas. Emas kadet disumbangkan Nisa Nur Hayati (floret perseorangan putri) dan Arifa Annisa (degen perseorangan), sedangkan emas yunior dari Ryan Pratama (degen perseorangan putra) dan Yunina Sarifah (degen putri).
Adapun di nomor floret perseorangan putri dan sabel perseorangan putri, Salatiga tampil mendominasi. Di floret putri, Salatiga menyabet emas atas nama Flodesa usai di final mengalahkan Putri (Kendal) 15-9. Peraih medali perak Pra-PON, Yuli Andika menambah emas setelah menang menang tipis atas Endah Dwi (Surakarta) di laga final sabel putri.
Promosi Degradasi
Di bagian putra, Dikdi (Kabupaten Semarag) berjaya dengan mengalahkan Budi (Kota Semarang) 15-12 di final sabel perorangan. Emas degen perseorang putra milik Ikbal Tawakal (Surakarta) yang di final mengalahkan Saeful (Sragen) 15-12.
Satu-satunya kejutan di turnamen ini adalah tumbangnya peraih emas Pra-PON Andi Firmansyah (Kota Semarang). Andi yang tampil di nomor degen perseorangan terhenti di delapan besar, setelah dikalahkan Nanang (Batang) 15-14.
Ketua Umum Ikasi Jateng, Kukuh Birowo, mengkhawatirkan kekalahan tersebut. ''Dia masih labil. Hal lain yang membuat dia tampil di bawah form, adalah kurang fokus. Berdasarkan informasi dari pengurus lain, dia selama ini juga nyambi melatih. Padahal hemat kami, kalau mau sukses jadi atlet, ya, harus konsen jadi atlet saja,'' kata Kukuh didampingi Sekum Hery Supriyanto.
Menurut Kukuh, turnamen ini bakal dijadikan salah satu penilaian untuk promosi-degradasi (Prodeg) tim PON Jateng. Prodeg diterapkan agar Jateng memiliki fencer yang andal dan matang untuk PON. (H69-70)
Jateng Open Anggar Solo Juara Umum
Perolehan medali tersebut tak mampu dikejar oleh kontingen Salatiga dan Semarang yang menempati posisi kedua dan ketiga. Salatiga meraih lima emas dan satu perak, sedangkan tuan rumah Semarang hanya memperoleh dua emas. Hasil 11 emas para fancer (sebutan atlet anggar) Kota Solo ini melampaui target awal. Sebelumnya Ketua Pengkot Ikasi Solo, Hendra Faradilla mengaku hanya menargetkan Yunina Sarifa dkk meraih 10 medali emas.
“Padahal sebelumnya kita hanya target 10 emas saja. Tapi justru kami mendapatkan medali emas, dari nomor yang tidak kami perhitungkan sebelumnya, yaitu dari nomor beregu,” ungkap Hendra. Meski meraih hasil yang sangat memuaskan pada Kejuaraan ini, Hendra mengaku masih banyak evaluasi yang perlu dilakukan untuk atlet-atletnya.
Setelah meraih hasil manis di akhir tahun 2011 ini, kini Ikasi Solo menatap Kejuaraan Anggar Piala Walikota Malang 2012 yang bakal berlangsung bulan Maret nanti. Persiapan pun dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Kita memang tidak libur lama. Rabu (4/1) semuanya sudah latihan untuk persiapan Piala wali Kota Malang. Fokus kita peningkatan teknik dan penjagaan kondisi. Kita berusaha tampil full team di Malang nanti,” sambung Hendra.
Langganan:
Postingan (Atom)