Selasa, 27 Desember 2011

IKASI Gelar Kejuaraan di Semarang

 

SEMARANG - Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jateng akan menggelar Kejuaraan Anggar Jateng di GOR Sahabat Semarang, 28-30 Desember 2011. Total hadiah dalam event ini Rp 60 juta. Panitia menargetkan kegiatan diikuti 300 peserta dari seluruh wilayah di Jateng.

Ketua Umum Ikasi Jateng, Kukuh Birowo, mengatakan event ini dalam rangka memasyarakatkan anggar ke semua lapisan.

”Kami berharap, anggar bisa seperti sepak bola, basket, atau voli yang digandrungi anak muda. Makanya, selain difokuskan untuk senior, kejuaraan juga mempertandingkan nomor-nomor kadet dan yunior,” kata Kukuh di Semarang, kemarin.

Menurut Kukuh, event ini bersifat terbuka. Selain diikuti atlet yang nantinya mewakili pengcab, kejuaraan ini juga diikuti atlet yang mewakili klub.  ”Saat ini di Jateng ada sekitar 16 pengcab Ikasi. Bagi daerah yang belum memiliki pengcab Ikasi, surat pemberitahuan adanya kejuaraan ini dikirim ke kantor KONI. Bagi atlet yang daerahnya belum ada pengurus Ikasi-nya, bisa ikut melalui KONI setempat,” paparnya.

Nomor Floret

Anggota DPRD Jateng ini berharap kejuaraan bisa sebagai stimulan agar daerah yang belum punya pengcab, bisa membentuk pengcab Ikasi yang dikoordinasi KONI setempat. ”Selain dalam bentuk kejuaraan, kami akan bekerja sama dengan Dinpora Jateng agar menyosialisasikan anggar melalui kegiatan ekstrakurikuler untuk siswa SMP dan SMA,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panpel Mantike Ajiwijaya menjelaskan, Jateng Terbuka mempertandingkan semua nomor floret, degen, dan sabel untuk perseorangan dan beregu putra-putri. Kejuaraan dibagi menjadi tiga kategori kelompok usia, yaitu kadet, yunior dan senior.

”Event ini terbuka bagi semua atlet se-Jateng. Atlet yang sudah lolos PON berhak ikut. Jika kejuaraan ini sukses, kami merencanakan tahun depan skalanya diperluas menjadi tingkat nasional,” tandas Mantike. 

Minggu, 25 Desember 2011

Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012

Kami segenap BANYUMAS FENCING CLUB turut mengucapkan ''SELAMAT NATAL dan TAHUN BARU'' bagi yang merayakan nya.
Semoga kasih dan damai Natal menyertai kita semua.
Amien
 
 

Jumat, 23 Desember 2011

How to Fence : How to do the Balestra & Quartata in Advanced Fencing Foo...

LAHIR NYA FENCING


Anggar adalah seni budaya olahraga ketangkasan dengan senjata yang menekankan pada teknik kemampuan seperti memotongmenusuk ataumenangkis senjata lawan dengan menggunakan keterampilan dalam memanfaatkan kelincahan tangan. Dalam artian lebih spesifik, anggaran adalah satu satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah - sekolah Eropa pada masa lalu dalam melatih keahlian dalam menggunakan senjata tajam yang akhirnya menjadi salah satu olahraga resmi di Olimpiade.
Etimologi kata "anggar" dalam bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Perancis "en garde", artinya dalam Bahasa Indonesia berarti "bersiap". Kata "en garde" digunakan sebelum permainan anggar dimulai, untuk memberi perintah "bersiap" kepada pemain. Dalam bahasa Perancis sendiri anggar disebut sebagai escrime. Walaupun kita menganggap anggar sebagai permainan yang menghibur, sebagai senjata, sebagai sarana pendidikan atau pun olahraga, ternyata anggar mempunyai perjalanan sejarah yang cukup panjang. Kemampuan teknis, catatan pencapaian yang cukup panjang, di luar hal - hal tersebut adalah nilai - nilai yang terkandung dalam permainan anggar sendiri hingga kini masih diajarkan melalui praktik olahraga itu sendiri.
Jika sejarah mengenai anggar ditelusuri, kita akan mengacu pada penggunaan pedang. Sejak dahulu kala, pedang diciptakan sebagai alat untuk melindungi diri. Manusia menggunakan kekuatan dan ketangkasannya, memilih bahan dan alat, meningkatkan ketrampilannya dengan menggunakan kepandaiannya. Semua itu merupakan latar belakang permainan anggar.
Anggar merupakan salah satu dari sedikit olahraga yang mengakui profesionalisme sebelum tahun 1980an. Bahkan pada peraturan - peraturan awal Olimpiade yang ditulis oleh Baron Pierre de Coubertin (presiden kedua dari International Olympic Committee), dengan jelas menyatakan bahwa pemain anggar profesional yang disebut dengan Masters diperbolehkan untuk ikut bertanding.
Anggar dipertandingkan pada ajang Olimpiade untuk pertama kalinya pada tahun 1896. Merupakan salah satu dari sedikit cabang olahraga yang menjadi program tetap dalam pelaksanaan Olimpiade.

Rabu, 21 Desember 2011

Opening Ceremony World Championships Catania 2011

FIE WCH 2011 Catania - Mens Foil Team Gold

sejarah fencing

Sejarah Berdirinya Anggar
Seni bela diri Anggar dapat diartikan sebagai permainan beladiri yang menggunakan pedang. Karena sebelum adanya bentuk Anggar seperti sekarang, pedang digunakan pada masa Persi, Yunani, Romawi dan Babilonia. Relief yang terdapat di candi Luxor di Mesir menggambarkan adegan pertandingan Anggar sekitar abad 119 sebelum Masehi, menggunakan pedang sebagai alat. Saat itu, permainan pedang juga sudah menggunakan pelindung muka juga pelindung pada ujung pedang agar tidak mencelakakan orang. Disamping itu, ada seorang yang bertugas mencatat hasil pertandingan yang digambarkan dengan indahnya dalam relief tersebut.
Bermula dari pedang yang berat dan pakaian perang, berubah menjadi senjata yang ringan dan langsing sehingga mudah cara menggunakannya, termasuk pakaiannya. Pada abad ke-15 muncul sekolah dan perkumpulan Anggar di Eropa yang menelorkan jago-jago seperti Marxbruder dari Frankfurt. Perkembangan olahraga sangat pesat, sehingga pada abad ke-16 tersebut di seluruh Eropa dan resmikan sebagai permainan Anggar Ranier.
Dengan penekanan pada keterampilan, jago-jago Anggar memadukan dengan gerak tipu olahraga Gulat, sehingga tercipta gerakan serangan ke depan (lunge) yang merupakan Anggar sebagai seni beladiri, kemudian perkembangan lebih lanjut seorang Perancis bernama Hendri St. Didier menciptakan istilah pada gerakan-gerakan Anggar yang hingga kini sebagian besar masih digunakan. Dan meskipun bangsa-bangsa lain menggunakan bahasanya masing-masing, namun dalam percaturan internasional banyak digunakan istilah Hendri St. Didier. Bentuk pedang yang diciptakan oleh Koeningsmarken dari Polandia memberi inspirasi terciptanya jenis senjata : Floret, Sabel dan Degen.
Pada abad ke-17, perubahan pakaian terjadi, yaitu semasa Louis XIV menggunakan model pakaian dari sutera satin, jas panjang brokat dan celana sampai lutut (breches) dengan kaos kaki panjang dari sutera dan sepatu bertumit tinggi. Sedangkan penemuan topeng kira-kira pada tahun 1780 oleh seorang master Perancis, La Boessiere menyebabkan adanya perubahan dalam teknik beranggar. Istilah-istilah seperti Remise, Counter repaste redoublement bisa terjadi tanpa bahaya yang berlebihan.
Permainan Anggar pada sat itu merupakan bagian yang paling penting dari pendidikan setiap orang terhormat sebelum masuk Olympiade seperti kita lihat sekarang. Pertandingan Anggar memasuki acara sejak Olympiade pertama tahun 1986 dan pada tahun 1924 nomor puteri untuk pertama kalinya dipertandingkan.


Anggar di Indonesia Khususnya di DKI Jakarta
Pada tahun 1951 merupakan awal berdirinya organisasi Anggar di Indonesia dengan nama IPADI (Ikatan Pemain Anggar di Indonesia) dengan Ketua Umum Dr. Singgih dan Sekretaris Umum Rusman Rukmantoro. Ketika PON I tahun 1948, olahraga Anggar masuk dalam acara eksibisi, dan baru pada PON II setelah berdirinya IPADI, Anggar masuk cabang olahraga resmi yang dipertandingkan sampai sekarang.
Tahun 1953 diadakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang pertama di Jakarta serta Kongres, kemudian memilih R.A. Kosasih sebagai Ketua Umum dan Ong Sik Lok sebagai Sekjen, dan nama IPADI berubah menjadi IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia), berkedudukan di Bandung.
Peraturan Pertandingan
Dalam olahraga Anggar ada tiga macam jenis senjata yang dipertandingkan yaitu :
1. Floret untuk putera dan puteri
2. Sabel khusus untuk putera
3. Degen khusus untuk putera

Penggunaan dari ketiga jenis senjata tersebut berbeda disamping bentuk serta bidang sasaran yang harus diserang. Perbedaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
Floret
1. Bentuknya langsing, lentur dan ringan, ujungnya datar atau bulat tumpul dan berpegas, bila ditusukan dapat naik/turun, berfungsi seperti shakelar/tombol, hal ini terutama digunakan untuk floret listrik.
2. Pelindung tangannya kecil cukup untuk melindungi bagian tangan saja. Bagian atas diberi isolasi.
3. Penggunaannya : bagian bahwa senjata untuk menangkis dan menekan, ujungnya untuk menusuk.
4. Bidang sasaran yang harus diserang adalah bagian togok yaitu : dari pangkal paha ke atas sampai pangkal lengan dan leher.
Sabel
1. Bentuknya segitiga dengan sudut tidak tajam, seperti parang kecil/tipis, makin ke atas makin pipih dengan ujung ditekuk, supaya tidak runcing. Dengan pelindung tangan penuh menutupi seluruh tangan sampai pangkal tangkai.
2. Penggunaannya : bagian bawah untuk menangkis dan bagian atas untuk memarang serta ujungnya digunakan untuk menusuk.
3. Bidang sasaran yang diserang mulai dari panggul ke atas sampai kepala dan seluruh lengan.
Degen
1. Bentuknya : segitiga berparit yang digunakan untuk memasang kabel, pada pangkal tebal sampai ke ujung makin kecil, namun kuat agak kaku. Ujungnya datar bersih serta berpegas yang berfungsi sebagai tombol pada waktu menusuk. Pelindung tangannya besar.
2. Penggunaannya untuk menangkis pada bagian bawah serta untuk menusuk dengan ujungnya.
3. Bidang sasaran yang diserang : seluruh tubuh dari ujung kaki sampai kepala dan seluruh tangan.
Untuk membuat nilai (point) : pemain harus melakukan serangan yang tepat pada bidang sasaran yang telah ditentukan untuk tiap jenis senjata seperti yang tersebut di atas dan pada gambar. Namun demikian ada ketentuan hak bagi pemain yang menentukan serangannya yang berhasil yaitu :
1. Untuk Floret dan Sabel pemain yang lebih dahulu mengambil inisiatif untuk menyerang, dia yang berhak, tetapi bila seranggannya dapat ditangkis atau dihindarkan, maka haknya sebagai penyerang hilang dan lawannya yang mempunyai hak. Hal ini bila sampai terjadi keduanya membuat serangan yang tepat, pemain yang berhak itu yang mendapatkan nilai/point.
2. Untuk Degen : siapa saja yang lebih cepat menyerang atau menusuk dan tepat ke sasaran, maka dia yang mendapatkan point/nilai. Bila keduannya tepat, maka keduanya mendapat nilai.
Untuk menentukan pemenang pada permainan Anggar ialah :
1. Pemain yang mendapat point/angka 5 terlebih dahulu.
2. Pemain yang telah leading angkanya dan waktu yang ditentukan telah habis. Permainan Anggar ini dilaksanakan dengan waktu 5 menit dan angka yang harus dicapai 5. Maka bagi pemain seperti pada butir 2 tersebut dinyatakan menang. Angka yang didapat oleh pemain-pemain ditambah sampai yang menang mendapat angka 5.
Contoh : A lawan B skor : 2 – 3 untuk B dan waktu habis, maka angka B : 5 dan A : 4 berarti B menang.
3. Bilamana angka sama dan waktunya habis, maka dipertandingkan dengan waktu tidak terbatas sampai salah satu mendapatkan angka tambahan : 1.

Selasa, 20 Desember 2011

Awal Cerita BanyumasFencing Club

    Banyumas Fencing Club pada awalnya hanya diikuti oleh beberapa orang yang terinspirasi olah raga dari Eropa tersebut.
    Semakin hari kami mencoba belajar untuk mempelajari dan mempraktekkannya di setiap latihan. Dengan merekrut anggota-anggota baru dari sekolah dasar hingga bangku perkuliahan. Inisiatif juga timbul karena olahraga di Banyumas khususnya Purwokerto itu sendiri masih bingung bahkan ada yang tidak tahu akan olahraga Fencing atau yang lebih familiar di sebut juga Anggar.
    Diharapkan dengan adanya  komunitas dapat menyalurkan bakat juga tindakan yang positif yang semua jika dibina dengan baik bukan hanya menguntungkan pribadi tetapi dapat dibina sebagai altet di daerah masing masing yang tidak menutup kemungkinan untuk menuju ke atlet dunia yang dapat berprestasi di kemudian hari demi mengharumkan nama bangsa dan negara.

    Sekilas tentang komunitas ini. Masih banyak kekurangan kekurangan yang terdapat di dalam nya. Kami penulis mohon maaf yang sebesar besarnya.
     Kritik saran yang dapat membangun akan kami terima sebagai bahan pembelajaran untuk dapat menjadi yang lebih baik di kemudan hari.

Terima kasih